Cara Kucing Menandai Daerah Kekuasaan ( Spraying / Asal Pipis )

Share to :
Tweet Bagikan


Sumber Gambar Cathealth

Bagi CatLover yang baru saja memiliki kucing, pasti akan merasa aneh saat melihat si Meong menggosok-gosokkan tubuhnya ke kaki, ke paha, atau ke punggung saat CatLover sekalian sedang duduk maupun berdiri. Biasanya gerakan tersebut dimulai dari area kepala si Meong, berlanjut ke tubuh bagian tengah, lalu terus sampai ke kaki belakang hingga ekor.

Catlover juga merasa kaget saat si Meong menyemprotkan pipis ke arah tembok, ban mobil yang sedang terparkir ataupun benda-benda tak bergerak yang ada di sekitar lingkungan rumah?
Ingat, pipis ini disebut Spraying, yaitu menyemprotkan cairan pipis sedikit saja ke arah belakang. Bukan pipis beneran yang selalu dilakukan sambil duduk dan agak nempelin alat kelamin ke permukaan pasir.

Nah, perilaku seperti ini tidak luput dari Zat yang bernama Feromon. Menurut Wikipedia : Feromon (bahasa Yunani: phero yang artinya pembawa, dan mone bermakna sensasi) adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina.

Zat Feromon ini menunjukan informasi genetikal dari si Meong itu sendiri. Apakah dia jantan, betina, jantan dengan postur dominan ( penguasa ) atau betina dengan postur dominan ( penguasa juga ).

Kucing memiliki kelenjar penghasil zat feromon di kulitnya, baik di bagian ekor, area sekitar perut dan sekitar leher. Namun, Kucing lebih banyak menghasilkan Feromon dari alat kelamin yang sering kita lihat seolah dia sedang menyemprotkan pipis sembarangan.

Menandai Daerah Kekuasaan.
Kucing yang suka menggosokan tubuh ke benda-benda mati seperti tembok, batu, sepatu, sandal, sepeda dan lain sebagainya adalah wujud dari pembatasan teritorial. Kucing juga menyemprotkan kencing / pipis berwarna kekuningan yang pekat dengan Zat Feromon sebagai tanda bahwa wilayah yang mengandung bau khas nya tersebut adalah wilayah miliknya.

Sehingga tak jarang kita menemui kucing yang lari setelah mengendus-ngendus permukaan pintu rumah kita, karena di situ sudah ada kucing lain yang menempelkan penanda teritorial lewat cairan pipis tadi.

Kucing adalah binatang yang patuh pada aturan, sehingga dia akan menghindar apabila mengetahui di suatu tempat sudah ada kucing lain yang memiliki. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila si kucing adalah jenis kucing dominan, karena dia justru akan menantang si pemilik wilayah, jika bau Feromon yang ia endus menunjukan si pemilik wilayah adalah kucing yang bisa ia kalahkan.
NB : Kepekatan bau memberikan informasi seperti apa kucing yang menguasai wilayah tersebut, jadi, seekor kucing akan mengetahui secara garis besar seperti apa wujud si penguasa wilayah ( besar / kecil / buas / agresif dll ) hanya dari bau yang ia cium.


Menandai sebuah kepemilikan pada sosok hidup.
Jika Catlover melihat kasus ada beberapa kucing yang saling menjilat, itu artinya mereka memiliki sebuah ikatan istimewa. Mereka saling menyayangi. Tak terkecuali, jika seekor kucing menggosokkan tubuhnya ke kaki Catlover yang baik, itu artinya, kamu adalah milik si Meong. Kamu adalah manusia yang ia sayangi dan ia miliki. Jadi jangan heran jika Catlover sempat dipipisi kakinya oleh Meong tersayang meski hanya satu semprotan. Hehehe.


Ajakan seksual / birahi & Stres karena perubahan lingkungan.
Yang terakkhir adalah faktor ajakan seksual. Seekor pejantan kucing akan menyemprotkan pipisnya ke semua tempat di seluruh lingkungan tempat ia tinggal, tak peduli di sana ada penguasa lain ataukah tidak.

Mereka seperti sedang mempromosikan diri bahwa mereka sudah siap melakukan ritual perkawinan.

Inilah yang menyebabkan banyak sekali kucing berkelahi di musim kawin. Meski memang karena berebut betina, alasan lainnya adalah mereka saling bersaing untuk menguasai wilayah dimana ada betina tersebut. Tak jarang semprotan "promosi" tadi dianggap sebagai tantangan oleh pejantan lain.

Faktor stres juga menjadi penyebab kucing asal menyemprotkan pipis sembarangan, hal ini disebabkan karena dia tidak suka dengan aroma lingkungan yang tiba-tiba berubah dan/atau berada dilingkungan baru, sehingga dia menyebarkan baunya sendiri kemana-mana agar merasa nyaman di tempat tersebut.


Nah, begitulah Catlover, alasan kenapa kucing asal pipis di sembarang tempat. Kenali piaraanmu agar kalian jadi makin dekat.

Salam Cakar,
TuanMeong.



Support Group : Dunia Kucing Indonesia on Facebook
"Kirim Kisah Meong"
Klik di sini untuk mengirimkan kisah kamu dan kucingmu.
"Support Facebook Page"
Klik di sini untuk mengirimkan kisahmu via Facebook Page atau Join ke Support Group kami.
"Aturan Copy/Paste"
Klik di sini untuk membaca DMCA

Komentar Facebook Dimatikan. Gunakan Komentar Blogger untuk meninggalkan jejak.