Percayakah kucing kesayangan kita bisa dilahirkan kembali? Ini Buktinya!!!

Share to :
Tweet Bagikan


Dear Tingkel dan Catlover semua. Apakah tingkel percaya, kucing kesayangan kita yang telah tiada, bisa terlahir kembali jika kita berharap dan berdoa untuk itu? Baiklah, hari ini TuanMeong akan mengisahkan sebuah inspirasi indah dari seorang ongkel yang masih berhubungan dengan tulisan yang ini.
sumber gambar

Dalam tulisan sebelumnya, diceritakan bahwa Ongkel Don Aditya kehilangan dua kucing yang menjadi sahabat terbaiknya sepanjang masa :sad: namun, karena cowok berperangai keras tapi supel ini masih memiliki hati dan rasa sayang kepada Meong. dia menuturkan seperti ini.

He Said :
Pagi itu, saat saya kehilangan Gendut, di dalam kamar saya berdo'a agar Allah SWT mengembalikan Gendut meskipun dalam kelahiran berbeda. Saya menunggu selama berbulan-bulan, siapa tau induknya Gendut, si Lucy beranak lagi dan melahirkan cemeng yang mirip dengan gendut. Namun kesabaran saya memang sedang diuji.

Lucy tercatat beranak sebanyak 5 kali. Kelahiran pertama 3 ekor adalah Gendut dan saudara-saudarinya. Kelahiran kedua 3 ekor juga adalah Bendot dan saudara-saudarinya, sementara kelahiran ketiga ada 3 ekor, namun semua mati digigit pejantannya Lucy tanpa sempat terselamatkan. Pada kelahiran keempat pun juga sama, Lucy beranak 2 ekor dan semuanya mati di gigit pejantannya Lucy.

Hingga suatu malam, saat anak terakhir Lucy dari kelahiran ke empat tewas tergigit, saya terpaksa menjebak si kucing pejantan dan membawanya ke tempat yang sangat jauh agar tidak melukai kucing-kucing saya lagi. Maaf, saya ndak kepikiran untuk memberikan pada dermawan yang mau adopt karena kondisinya di dusun kecil dimana orang ndak terlalu peduli dengan kucing.

Sebulan setelah saya menyingkirkan si pejantan jahat tadi, eh, Lucy kembali hamil dan melahirkan 3 ekor anak. Dua anak berwarna putih, satu anak berwarna hitam abu-abu.
Awalnya saya sama sekali tidak curiga dengan kitten-kitten ini, saya pelihara saja dengan hati-hati agar tidak digigit pejantan Lucy yang lain.

Namun setelah para Kitten mulai bisa berjalan, saya menyadari ada satu Kitten yang cukup Familiar. Mulai dari sifat, corak hitam pada kulit hidung, kejinakannya, sampai kebiasaanya ngempeng teteknya si Lucy--dimana saya sadari, tetek paling atas sebelah kiri itu adalah tetek milik si Gendut.

Tingkel semua pasti sudah mengetahui, jika seekor kitten akan menggunakan satu puting susu secara tetap dimanapun posisinya meminum asi. Seolah satu puting adalah eksklusif milik satu kitten.

Pada suatu sore, kira-kira menjelang Maghrib, saya semakin yakin jika Kitten berwarna hitam abu-abu ini adalah Gendut yang dilahirkan kembali. Saya pun memberikan nama yang sama, Gendut, atau Gendut Part II jika dipanggil sedikit alay.

Nah, sore hari saya menyadari hal itu, malam harinya saya kehilangan Bendot. Kisah ini bener-bener nyata, itulah yang menyebabkan saya merasa berhutang budi pada semua kucing di dunia ini, karena mereka secara bergantian menemani saya.

Saat Gendut mati, Bendot menggantikan posisi saya, dan saat Gendut kedua terlahir, Bendot merasa tugasnya sudah selesai dan menghilang entah kemana. Mungkin Tingkel semua ndak percaya dengan cerita ini, maka dari itu saya akan kirimkan beberapa foto yang menunjukan kemiripan antara Gendut yang pertama dan Gendut yang kedua.

Catatan : Bendot yang menghilang entah kemana, mungkin kini juga sudah tiada, namun percayalah, Kucing Jantan berekor pendek itu menjelma menjadi kucing betina berekor utuh yang memiliki kemiripan juga, dengan nama yang sama ( seolah saya memang ndak punya nama lain karena saking terkenangnya dengan dua sahabat saya tersebut ). Usai kelahiran kelima ini, Lucy juga mati tertabrak motor, bahkan tragisnya, dia mati di dapur, dalam posisi masih menyusuhi anak-anaknya. Jika fotonya ketemu, saya akan mengirimkan kembali kisah Lucy ke website TuanMeong.

Nah, Tingkel, mungkin dari sisi Agama, tidak ada dalil maupun sumber hukum yang mengatakan bahwa kucing / binatang bisa ber-reinkarnasi. Tapi apapun alasannya, Tuhan Maha Mengetahui tentang kasih sayang makhluknya, bukankah jika DIA berkehendak, "Kun", maka "Fayakun" ???

Semoga cerita ini bisa menjadi pelipur lara bagi Tingkel yang kehilangan meongnya, dan jangan pernah putus asa, meski dalam warna bulu berbeda, kelahiran berbeda, atau lokasi adobsi berbeda, jika kasih sayang kita memang untuk dia, si meong yang istimewa, maka tak akan menutup kemungkinan Tuhan akan menjadikan sifat, tingkah laku, kebiasaan dan segalanya menjadi sama. Seolah, sahabat kita yang telah tiada dilahirkan kembali.

Berikut adalah dokumentasi yang diberikan oleh Ongkel Don.

See? Pose mereka diambil dari sisi yang sama dan gaya sama, mereka benar-benar mirip dari sisi polah / gestur tubuh.


Kedua foto ini diambil dari lokasi yang sama, satu siang satu malam, kucing berbeda, suasana berbeda.
Menurut Ongkel Don, kedua kucing ini meski hidup di masa berbeda, tapi sifat-sifatnya sama persis, tidak ada satu perbedaan pun diantara mereka kecuali warna bulu.

Oke Cat Lover, sekali lagi, TuanMeong tidak ingin membahas tentang Reinkarnasi maupun dalil agamis yang terlalu mendalam, ambil saja sisi positifnya.
Kasih sayang pada seekor Meong akan membuat meong itu selalu bersama kita, sekalipun dia telah tiada, namun ada kekuatan lain diluar sana yang membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Jika tingkel berat kehilangan dia, maka dia pun juga berat meninggalkan tingkel. Mungkin semua ini hanya sekedar dogma atau gagasan, namun anggaplah semua ini nyata, karena dengan begitu, kita akan tetap merasa bersamanya. Percayalah, kasih sayang adalah sebuah ikatan yang mampu menyatukan seluruh alam semesta dan mampu membuat keajaiban yang tak terduga dalam hidup kita :)



Support Group : Dunia Kucing Indonesia on Facebook
"Kirim Kisah Meong"
Klik di sini untuk mengirimkan kisah kamu dan kucingmu.
"Support Facebook Page"
Klik di sini untuk mengirimkan kisahmu via Facebook Page atau Join ke Support Group kami.
"Aturan Copy/Paste"
Klik di sini untuk membaca DMCA

Komentar Facebook Dimatikan. Gunakan Komentar Blogger untuk meninggalkan jejak.