Mitos Awal Mula Kucing Vs Anjing | Kucing Mengubur Kotoran | Kucing Takut Air - Seru Wajib Baca

Share to :
Tweet Bagikan


Met siang tingkel, di hari minggu menjelang idul adha ini, TuanMeong akan berbagi sedikit dongeng seru tentang asal muasal kenapa Kucing bermusuhan dengan Anjing, Kenapa kucing menguburkan kotoran, dan kenapa kucing sangat takut terhadap air.

Kisah Pertama, Kucing Vs Anjing.
image : www.hersays.com
Cerita mengenai permusuhan Bangsa kucing dan Bangsa anjing ini tidak luput dari perjalanan The Noah’s Ark  atau Bahtera Noah ( Nabi Nuh AS ) beserta hikayat mengenai asal-usul kucing Manx. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, semua ini dimulai saat Nabi Nuh mendapatkan berita langit mengenai akan adanya air bah ( Flood ) yang menyerang Bumi. Untuk itulah Nabi Nuh diperintahkan Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan sebuah bahtera atau perahu dari pohon raksasa.

Dalam berbagai literatur Samawi disebutkan, Nabi Nuh membangun Bahtera tersebut selama bertahun-tahun di puncak sebuah gunung. Dia dihujat para pembencinya yang melihat betapa aneh jika ada manusia yang membuat perahu di puncak gunung. Namun, semua itu memiliki tujuan dimana Nabi Nuh sendiri tidak mengetahui kecuali ada kabar dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bahtera Nuh
Singkat cerita, banyak orang yang menolak ajaran keimanan Nabi Nuh sehingga yang selamat ( menurut literatur Samawi - Islam ) adalah 78 orang saja, terdiri dari anak, istri dan menantu Nabi Nuh beserta pengikut Nabi Nuh. Mereka selamat dari terjangan banjir besar setelah hujan selama 40 hari. Dalam teori modern kejadian ini bisa dipelajari mengenai mencairnya Gletser dari kutub-kutub bumi.

Nabi Nuh diperintahkan pula oleh Tuhan untuk membawa berbagai pasang binatang, baik binatang liar, binatang peliharaan maupun binatang makanan / ternak. Tak terkecuali anjing dan kucing.

Selanjutnya, Nabi Nuh meminta pada semua penghuni kapal untuk tidak kawin selama berada di dalam bahtera, sebab keturunan mereka bisa menambah beban kapal yang masih butuh berlayar untuk waktu yang lama.( menggunakan cara komunikasi yang belum diketahui, namun pasti berhubungan dengan Mu'zizat Yang Maha Kuasa )

Semua penghuni bahtera mematuhi perintah tersebut, kecuali anjing yang tetap nekat mengawini sang betina. Perbuatan itu diketahui oleh bangsa kucing dan si kucing pun melapor ke Nabi Nuh tentang ketidak patuhan Anjing.

Di hari-hari kemudian, Anjing merasa sakit hati kepada kucing dan mereka saling berkejaran di dalam kapal. Permusuhan itu terus berlanjut hingga si Anjing berhasil menggigit ekor sang kucing hingga putus. Dari situlah permusuhan antara Anjing dan Kucing dimulai, kemudian dilanjutkan hingga anak cucunya.

Kisah ini merupakan sebuah Legenda yang melatar belakangi terciptanya Ras Mank.

Kucing Mengubur Kotoran & Takut Air .
Masih berhubungan dengan kisah Nabi. Kali ini melatar belakangi sebab-musabab kucing selalu mengubur kotorannya sendiri. Latar belakang yang sama juga menjadi mitos yang mendasari kenapa Bangsa Musang mengobrak-abrik kotorannya sendiri.
Pic : lampung.tribunnews.com

Seperti yang kita tahu, musang, kucing dan anjing punya semacam missing link yang menyebutkan, seolah-olah musang merupakan hasil persilangan antara anjing dan kucing. Musang memiliki moncong yang panjang, namun memiliki ukuran dan bentuk kumis mirip kucing. Tapi kita tidak sedang membahas masalah itu. Kita akan lebih fokus pada kucing.

Al Kisah, Nabi Sulaiman AS putra dari Nabi Daud ( The King Salomo son of King David ), merupakan seorang Raja dengan kekuasaan yang sangat besar, Dia menguasai bangsa manusia, bangsa jin dan bangsa binatang. Kekuasaan itu tak luput dari keberadaan sebuah cincin pemberian Tuhan bernama "The Salomo Ring" yang kabarnya memiliki mata berbentuk bintang daud dan memiliki warna dari mirah, zamrud serta berlian.
Solomo Ring - Pic : apex-gifts.com
Lord Of The Rings - Pic : jusenkyo.wikia.com
Cincin Nabi Sulaiman ini sangat sakti, sehingga menjadi sasaran oleh golongan Jin Jahat untuk direbut, sehingga jin ini bisa mengambil kekuasaan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman.

Cerita mengenai "Salomo Ring" ini kemudian diadopsi oleh novel & Film karangan JRR Tolkiens dengan judul "Lord of The Rings", Raja dari semua cincin.

Trivia :
"Dikatakan, ada 9 cincin untuk manusia, 3 cincin untuk peri dan 7 cincin untuk kurcaci. Namun dari semua cincin ajaib itu akan ada satu cincin yang menguasai semuanya. Sang Pemilik cincin akan menguasai Manusia (The Man), Peri ( The Elf ) and Kurcaci ( The Drawf ). Namun akhirnya cincin tersebut malah menimbulkan pertumpahan darah di muka bumi, hingga dia menghilang untuk waktu yang lama akibat dimakan seekor ikan."
Nah, dari resensi singkat novel di atas, kita sambungkan dengan Cincin Sulaiman yang bermata bintang daud; dikatakan cincin tersebut sempat menghilang ( setelah dibuang tanpa sengaja oleh raja jin yang mencurinya ) kemudian dimakan ikan yang ada di lautan. Suatu hari, ikan tersebut tertangkap nelayan, kemudian sang nelayan menemukan cincin sulaiman lalu dikembalikan pada Nabi Sulaiman sehingga sang Nabi bisa merebut kembali singgasana kerajaannya.

Kita tinggalkan masalah cincin, menurut legenda masih ada satu lagi pusaka Nabi Sulaiman yang cukup hebat. Yaitu sebutir mutiara berwarna pink ( dalam dongeng lain dikatakan berwarna putih ). Mutiara tersebut adalah kunci yang bisa membuat bangsa binatang mengerti, mampu, serta bisa menjawab bahasa manusia. Sehingga para binatang bisa berkomunikasi dengan dua bangsa lain selama masa kekuasaan Nabi Sulaiman.

Namun sayangnya, di saat-saat akhir masa kekuasaan Nabi Sulaiman, terjadi sebuah pemberontakan besar oleh bangsa Jin Ifrit sehingga perang pun meledak.

Seperti yang kita dengar selama ini, Nabi Sulaiman memiliki pembantu Istimewa bernama Hud-Hud dari bangsa burung, juga penasehat dari Bangsa Semut merah. Namun ada yang luput dari pandangan kebanyakan orang, mengenai sorang ( ups, maksudnya seekor ) pelayan istana, bernama Kucing ( dongeng di majalah bobo tahun 98 mengatakan kucing tgersebut berwarna abu-abu dari ras persia ).

Saat perang besar terjadi, Istana kacau balau, semua porak-poranda dan yang hidup berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing. Tak terkecuali pelayan dapur dari golongan Kucing ini.

Dalam sebuah kejadian, disaat-saat yang genting, si Kucing diberikan kepercayaan untuk menyelamatkan pusaka kerajaan berbentuk mutiara, dimana selama mutiara itu masih bersinar, maka binatang akan mengetahui bahasa, berperilaku, berperadaban seperti manusia dan jin.

Sayangnya, bangsa jin yang serakah mengetahui jika mutiara tersebut dibawa lari oleh si kucing untuk disembunyikan. Si Kucing pun mendapat pengejaran membabi buta oleh bangsa jin. Dia mati-matian menyelamatkan pusaka kerajaan, sampai akhirnya terpojok, lalu jatuh terhanyut ke dalam sungai yang sangat deras.

Si Kucing hampir tewas tenggelam, walaupun akhirya diselamatkan oleh seekor binatang perenang bernama "Musang / Berang-berang air". Tragedi inilah yang membuat Kucing ketakutan tiap melihat air, karena nenek moyang mereka pernah nyaris terbunuh saat hanyut di sungai.

Musang pun berusaha menyelamatkan nyawa sang kucing, berusaha memberikan pertolongan sekuat tenaga, sampai pada cara-cara mengeluarkan air dari paru-paru si kucing. Mungkin saat itu belum ada teknik nafas buatan, namun yang jelas, si musang memang menggunakan cara-cara yang mirip, sehingga tingakan tersebut secara tidak sengaja membuat air yang dimuntahkan kucing sebagian tertelan oleh si musang.

Setelah sadar dari pingsan, Sang Kucing menceritakan mengenai pelarian serta misinya untuk menyelamatkan mutiara pusaka kerajaan dari jarahan para jin. Kucing pun tak lupa mengakui jika mutiara tadi telah ia telan. Dari penuturan sang kucing, si musang pun ketakutan, bisa jadi saat mengeluarkan air dari mulut si kucing, dia malah menelan mutiara kerajaan yang sangat berharga itu.

Sejak pertemuan mereka berdua, terjadilah dua kebiasaan unik yang terus mereka lakukan baik saat mereka masih hidup, kemudian dilanjutkan oleh para keturunannya.

Kucing akan selalu mengubur kotorannya, karena dia takut jika mutiara ajaib tadi ikut keluar bersama kotoran, maka bangsa jin bisa menemukannya dan menguasai semua binatang yang ada di dunia.

Musang sendiri berusaha mengorek dan merusak kotorannya sendiri, dengan harapan, barangkali saja dia memang secara tak sengaja menelan mutiara tersebut dan mengeluarkannya bersama kotoran.
Kucing selalu mengubur kotorannya sendiri meski dia masih anak dan belum pernah belajar apapun dari kucing dewasa  - Pic :www.cattery.co.id
Inilah musang / lisang / berang-berang air yang selalu merusak kotorannya sendiri. Catlover bisa menemukan kotoran binatang ini selalu hancur jika berkunjung di sungai-sungai alami di wilayah pedesaan - Pic : pilihyangmana.blogspot.com

Legenda ini juga mendasari kenapa Bangsa Kucing sangat dekat dengan jin, bisa dibaca di artikel mitos tentang kucing di sini, juga mendasari kenapa Musang adalah musuh alami ular, sebab ular merupakan jelmaaan paling favorit Bangsa Jin. Karena, sejak pertemuannya dengan kucing, Musang pun ikut dikejar bangsa jin karena dicurigai membawa mutiara ajaib.

Hanya saja, sudah bertahun-tahun musang tak bisa menemukan Mutiara tersebut, Kucing pun juga tak pernah menemukan mutiara yang ia telan. Kemudian... lambat laun si kucing mulai kesulitan berbicara dengan bahasa manusia, berganti dengan kata "Meong",diikuti dengan hilangnya kemampuan seluruh kerajaan binatang, dikarenakan Mutiara Nabi Sulaiman telah kehilangan sinarnya--atau lebih tepatnya menghilang entah kemana.

Ada yang mengatakan, sejatinya Musang tak pernah menyelamatkan Kucing, karena saat si kucing pingsan, secara diam-diam Nabi Khidir menyelamatkan nyawanya dengan cara-cara ajaib, lalu dia mengambil Mutiara tersebut dan dikembalikan ke Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga GR-lah Musang selama ini.

NB : Nabi Khidir adalah pembantu setia Nabi Sulaiman dari golongan manusia. Dia dijuluki nabi penguasa lautan dan mampu mengendalikan semua anugrah yang berasal dari laut atau berada di laut. Nabi Kidhir bisa menyelamatkan nyawa kucing secara ajaib, karena dia baru saja mendapat mukjizat berupa mata air keabadian yang membuatnya hidup abadi. Sehingga dia bisa menghidupkan binatang yang telah mati atau menghijaukan jerami yang telah mengering.

Cerita yang TuanMeong tuliskan ini memiliki beberapa latar belakang baik dari sisi sejarah, mitos maupun legenda. Jadi, Tingkel tidak usah terlalu menganggap serius karena semua ini sifatnya hanya kabar burung yang diceritakan secara turun temurun saja.

Salam Mistis,
TuanMeong



Support Group : Dunia Kucing Indonesia on Facebook
"Kirim Kisah Meong"
Klik di sini untuk mengirimkan kisah kamu dan kucingmu.
"Support Facebook Page"
Klik di sini untuk mengirimkan kisahmu via Facebook Page atau Join ke Support Group kami.
"Aturan Copy/Paste"
Klik di sini untuk membaca DMCA

Komentar Facebook Dimatikan. Gunakan Komentar Blogger untuk meninggalkan jejak.