Kamu Pecinta Kucing, Yakin?

Share to :
Tweet Bagikan


Barusan Majikan TuanMeong menemukan foto yang di unggah oleh salah satu cat lover di Group Pecinta Kucing Indonesia. Foto tersebut pada dasarnya hanyalah potret biasa, namun orang akan dengan mudah salah faham dan mengatakan sebagai diskriminasi kucing, walaupun pada kenyataannya, diskriminasi tersebut memang benar-benar ada.
Berikut ini adalah foto yang beredar.

Diskriminasi Kucing

Nah Cat Lover, bagaimana pendapat anda sekalian?

Pecinta Kucing bukanlah mereka yang menyukai kucing-kucing mahal saja. Pecinta kucing merupakan mereka yang menyayangi kucing tanpa diskriminasi Ras, Jenis, Harga ataupun kondisi fisik.

Jika anda merupakan seorang pecinta kucing, anda pasti memiliki kecenderungan "suka" jika melihat kucing dari jenis apapun, termasuk kucing domestik atau kucing jawa. Sebab, jika anda hanya memilih kucing ras dengan alasan prestise atau nilai jual, maka anda sebenarnya bukanlah pecinta kucing, anda adalah orang yang berbisnis jual beli kucing atau penyuka gaya hidup mewah para animal lover.

Anda yang masih membedakan ras untuk memelihara kucing belumlah pantas untuk dianggap sebagai Cat Lover. Sebab, diskriminasi apapun bentuknya merupakan sebuah sikap yang harus dihindari. Bayangkan jika diri anda sendiri mengalami tindakan diskriminasi, apakah sakit?

Yang lucu lagi, pernah ada seseorang yang nge-wall di sebuah group dengan maksud menyampaikan niatan mengadopsi kucing ( mencari hibah kucing ), begini bunyinya,
"Tingkel, ada yang mau kasih hibah kucing ndak? Saya pengen adopt nih, tapi kucing harus bersih, ndak kotor dan bebas dari penyakit.....blablabla!"
Oke, bisa dimaklumi jika anda merupakan seorang yang sangat memperhatikan kesehatan, namun usahakan untuk tidak mengeluarkan kalimat yang pada dasarnya masih diskriminatif. Bagaimana jika kucing yang ditawarkan pada anda adalah Strong? Apakah masih tega menolak?

Biasanya, pecinta kucing yang berada pada jalan lurus, justru akan melakukan rescue jika bertemu dengan kucing-kucing tidak beruntung di luar sana, ada pula yang melakukan street feeding atau steril gratis agar para kucing liar tidak merasakan seleksi alam terlalu berat.

Bolehlah jika sebagai pengalaman pertama anda ingin mencari kucing yang bersih, sebagai bahan untuk belajar menyukai kucing, namun ada baiknya maksud mendapat kucing bersih, sehat, bebas penyakit blablabla itu diutarakan lewat ucapan saja, saat bertemu langsung dengan teman sejawat, bukan nge-wall di Facebook sehingga terbaca banyak orang dan terkesan diskriminatif. Bisa difahami bukan?

Sebagai perenungan saja, berikut ini TuanMeong Kopas status Facebooker yang sepertinya adalah seorang pecinta kucing. Status tersebut pantas mendapat apresiasi meskipun terkesan kejam.

[ Pecinta Kucing? ]
Ada orang ( teman ) yang bertanya pada saya; "Mas itu, kenapa sampek lebay suka sama kucing, biasa aja kenapa!"

Lalu saya menjawab dengan jawaban yang tidak berubah.
"Gini lho mas, seandainya sampeyan dan seekor kucing sama-sama tersangkut di pinggir jurang, dimana sampeyan dan kucing itu sama-sama dalam keadaan nyawa terancam, maka saya akan mendahulukan menolong si kucing, jika kucing itu sudah yakin selamat, saya baru nolong sampeyan. Kalau pun saya terlambat nolong sampeyan, berarti ya apes e sampeyan saja!"

Dia menjawab lagi, "Sadis, nyawa manusia itu lebih berharga mas ris, masak sampe segitunya."
Lalu saya jawab lagi, "Manusia yang mana? Kalau ibu, bini dan keluarga saya memang benar. Tapi kalau orang lain, enggak deh, saya tetap akan menyelamatkan si kucing lebih dulu."

Dia bertanya lagi, "Alasannya?"

Lalu saya menjawab, "Karena disaat saya tidak punya teman, disaat saya dibenci keluarga saya sendiri, saya punya kucing bernama Gendut yang selalu menemani saya di dalam kamar atau saat melamun di malam hari."

Dia masih penasaran, "Trus apa hubungannya? Mau balas budi sama kucing ya ndak segitunya kaleeee..."

Kemudian saya jawab dengan kalem (tapi mata saya menatap matanya seperti ingin menerkam)

"Karena..... kucing itu ndak pernah pamrih macem-macem ke saya, dia menemani saya karena suka bau saya, bahkan saat dia sama sekali tidak saya kasih makan. Sedangkan Teman...... sejauh ini saya punya teman selalu pamrih, minta ditraktir minum, minta di traktir Kopi, pengen dikenalin sama bekingan pejabat yang saya kenal, atau.... pengen dibelain pas berkelahi..... atau... yang paling megelne adalah pengen pinjem duit alias Ngutang. Itulah kenapa saya lebih memilih nolong kucing dulu!"

Teman saya tadi ternyata menyerah karena dia langsung diam dan menatap jalan raya sambil ingah-ingih!
Kemudian Cat Lover bisa renungkan komik webtoon berikut ini :
Webtoon

Webtoon

Webtoon

Webtoon

Demikianlah artikel singkat kami, semoga bermanfaat dan bisa menjadi renungan bagi anda yang merasa sebagai seorang Cat Lover.
Salam Meong



Support Group : Dunia Kucing Indonesia on Facebook
"Kirim Kisah Meong"
Klik di sini untuk mengirimkan kisah kamu dan kucingmu.
"Support Facebook Page"
Klik di sini untuk mengirimkan kisahmu via Facebook Page atau Join ke Support Group kami.
"Aturan Copy/Paste"
Klik di sini untuk membaca DMCA

Komentar Facebook Dimatikan. Gunakan Komentar Blogger untuk meninggalkan jejak.

5 Responses to "Kamu Pecinta Kucing, Yakin?"

  1. 😭 bingung sama kluarga dirumah,gimana caranya biar mereka nggak membedakan kucing lokal sama yg dr petshop?

    BalasHapus
  2. Pokoknya klo bahas kucing mah g ada bosannya

    BalasHapus
  3. Sepertinya saya pecinta kucing karena setiap kali lihat kucing liar di jalanan rasanya ingin ngasih makan terus padahal di rumah kucing peliharaan ada 3. Itu sebabnya saya suka merasa kok nasib kucing2 liar itu tak sebaik nasib kucing saya (red: karena pasti kucing di rumah sendiri dirawat dengan baik). Semoga semua manusia berhati baik ketika menemukan kucing2 liar di luar sana. Aamiin....

    BalasHapus
  4. Saya pencinta wanita

    BalasHapus

Welcome Cat Lovers, Please make us better with your comment...