Tips Merawat Kucing Sakit Dalam Kondisi Darurat ( Muntah dan Diare )

Share to :
Tweet Bagikan


Selamat Malam sobat TuanMeong. Sudah lama sekali blog kucing ini tidak di update ya. Disamping sibuk dengan kuliah, pekerjaan di kantor dan juga bisnis SEO, ada banyak alasan yang membuat admin tidak sempat melakukan update tips dan trik berguna seputar perawatan kucing. Padahal ada banyak sekali pengalaman yang bisa kami share di blog, mengingat, Bonito sempat terkena FLUTD alias kencing darah ( baca : anyang-anyangen ). Tapi nanti deh, kami akan mencoba mengumpulkan foto dan dokumentasi seputar tips perawatan FLUTD di posting selanjutnya.


Merawat Kucing Muntah Kuning
Courtesy Site Owner at DUNIA KUCING INDONESIA
Baik, selanjutnya kita akan membatasi terlebih dahulu agar tips yang ingin kami berikan ini tidak digunakan serampangan serta tidak membuat om dan tante sembrono dalam melakukan perawatan. Perlu di ingat, semua tips yang kami tulis ini memiliki social warning dan self responsibilities sebagai berikut :
  1. Hanya boleh dilakukan dalam kondisi emergensi, artinya, saat anda jauh dari pengobatan yang memadai baik di Vet yang sesang tutup, dinas peternakan yang sedang tutup, atau layanan perawatan hewan profesional yang jauh dari lokasi anda merawat kucing sakit.
  2. Jika kondisi kucing memang mengindikasikan terserang virus, cara ini boleh dilakukan sebagai perawatan pertama saja. Sementara bila kondisi si kucing mulai memburuk, tidak ada cara lain selain memasrahkan pada tenaga medis profesional yang ahli dalam bidang pengobatan hewan.
  3. Merupakan cara yang benar-benar darurat karena situasi mendesak. 
  4. Keberuntungan adalah salah satu penentu cara ini berhasil.
Namun kami pastikan, tips ini bukan tips asal-asalan ya, jika om dan tante yakin, lakukanlah, bila ndak yakin, jangan, gunakan medical advice dari seorang profesional. Karena cara yang kami rasa berhasil untuk kucing kami, belum tentu berhasil pada kondisi yang dialami oleh kucing anda.

Latar Belakang.

Berikut ini adalah latar belakang yang akan kami jelaskan secara kronologis.

Tanggal 7 Juni 2018, adalah saat-saat menjelang Idul Fitri dimana banyak Veterinari yang tutup praktik dengan sebab, dokter maupun tenaga medis di sana pulang kampung. Walau tidak semuanya, cuman kadang agak susah membuat janji. Pada tanggal inilah kucing kami bernama Persi, anaknya si TuanMeong dari induk bernama Cemplon--dari kelahiran ke 4, merasakan gejala-gejala sakit.

Perawatan, Selama 3 hari setelah tanggal 7 Juni 2018, kami melakukan perawatan darurat yang akan kami jelaskan lebih mendetail di bawah sana.

Alasan, yap, alasan kami tidak segera membawa ke Veterinari adalah kesibukan di tempat kerja yang sangat padat menjelang libur lebaran, ditambah dengan peternakan Ayam Kampung kami yang sudah mulai di rilis. Sehingga pekerjaan sangat banyak dan menyita waktu.

Alasan kedua, kami baru saja pindah rumah kontrakan sehingga barang-barang belum tertata rapi sepenuhnya, persiapan tempat tinggal kucing pun masih belum rapi benar ( sesuai standart ) karena terpecah perhatiannya dengan pembuatan kandang ayam kampung tadi.

Analisa Keadaan Si Kucing

Berikut ini adalah perkiraan sebab dan gejala yang dialami Persi selama sakit dan masa perawatan.
  1. Malam sebelum sakit, kami melihat Persi mencuri ikan patin goreng dari atas kulkas wadah makan. Kami pikir itu bukanlah suatu masalah, sehingga kami biarkan saja dia memakannya.
  2. Keesokan hari, Persi mengalami Muntah Busa sebanyak 5 kali sehari.
  3. Malam hari, Persi mengalami Muntah Kuning sebanyak 1 kali.
  4. Kondisi tersebut dilanjutkan dengan Pup yang cair ( Diare ) seperti lumpur dengan bau yang sangat menyengat.
  5. Sampai 3 hari berikutnya, Persi tidak mau makan apapun.
  6. Persi masih mau menjilati bulu, namun dia cenderung bersembunyi dibawah meja, dipan tidur, dibawah kursi atau di tempat gelap.
  7. Setiap habis muntah, Persi masih mau mencari air minum segar langsung dari bak mandi rumah kami.
  8. Sikap lain yang membuat kami sedikit lega adalah, Persi masih mau jalan-jalan jika diajak keluar rumah
  9. Ditambah, Persi masih mau mencakar-cakar tempat Tidurnya agar lebih empuk dan nyaman dipakai berbaring.
Rentetan kejadian di atas berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 7 juni. Om dan Tante bisa melihat, point yang admin beri warna merah adalah ciri-ciri atau tanda bila kucing masih punya semangat hidup / masih ada kemungkinan pulih. Itulah yang mendasari kami berani memberikan perawatan darurat. Namun jika om dan tante ingin melakukan tips ini, pastikan om dan tante faham dan mengerti benar sifat serta karakter kucing kita ya. Biar ndak salah analisis.

Perawatan Darurat Kucing Sakit.

Sesuai janji, kami pun melakukan perawatan darurat, karena analisa kami cukup meyakinkan melakukan hal itu. Sekali lagi, semua ini benar-benar darurat dan bukan dijadikan sebuah patokan baku dalam merawat kucing sakit. Sangat-sangat darurat, Oke?
  1. Setelah mengetahui Persi muntah busa di hari pertama, kami segera memberikan 1 CC madu murni secara rutin di malam hari. Jadi, madu diberikan 1 kali sehari.
  2. Memisahkan Persi dengan Cemplin, Jason dan Bonito, sebagai upaya berjaga-jaga kalau saja persi terserang virus berbahaya.
  3. Point kedua tersebut ternyata memberikan keuntungan tambahan yang justru mempercepat kesembuhan Persi. Antara lain :
    • Membuat Persi lebih nyaman berada di kasur bersama kami, sehingga dia berada di lingkungan Higienis dan bersih.
    • Persi terkadang kami ajak main ke kebun, sehingga dia lepas dari stress setelah lama menjadi Indoor Cat ( Kucing Rumahan yang tidak pernah keluar rumah ).
    • Perhatian kami dan kasih sayang lebih tercurah, sehingga Persi memiliki semangat hidup yang kuat.
    • Asupan Madu lebih terkontrol dan tepat waktu.
  4. Pada hari ke 3, kondisi Persi tidak kunjung membaik. Sehingga kami menghubungi Dokter Winantika. Setelah chat di Whatsapp, ternyata terkonfirmasi DokWin buka sampai tanggal 14. Kami pun memutuskan untuk membawa Persi ke Healty Pet hari ini ( tanggal 10 Juni ).
  5. Namun ternyata keajaiban muncul, berkat doa dan perawatan yang kami upayakan sebaik mungkin, tadi sore jam 7 ( menjelang sholat tarawih ), Persi sudah berebut makan dengan kawanannya, karena secara tidak sengaja dia masuk ke ruang belakang dimana kucing-kucing lain berada.
  6. Sejak siang tadi, Persi sudah mulai bercanda dengan Jason adiknya, sehingga tanda-tanda kesembuhan tersebut semakin kental.
  7. Malam ini kami pastikan Persi sudah sembuh.

Kesimpulan :

Jadi, berdasarkan kronologi di atas, bisa disimpulkan tips perawatan kucing sakit seperti yang dialami oleh Persi adalah sbb :
  • Berdoa, tentu saja. Karena kita butuh melibatkan Tuhan yang memberikan kehidupan pada semua makhluk.
  • Madu 1CC, adalah asupan penting untuk menjaga agar vitalitas kucing terjaga meski dia tidak mau makan.
  • ( opsional saja, bisa ditambah kuning telur ayam kampung / ayam ras 1 CC sehari )
  • Pisahkan kucing sakit dari kucing lain untuk berjaga-jaga.
  • Berikan lingkungan yang bersih dan bebas dari pengap.
  • Berikan perhatian lebih, termasuk di belai bulunya, diajak bicara agar dia mau berjuang untuk sembuh. Percayalah, cara itu sering berhasil. 
  • Jemur di bawah sinar matahari saat pagi dan sore. Karena jujur saja, Persi kami lepas di kebun setiap pagi dan sore hari. Aktifitas tersebut sebenarnya adalah saat kami memberi makan ayam-ayam kami di kandang. Tak sengaja itu juga mempengaruhi kesembuhan kucing kami. Karena selama dilepas di luar, Persi bisa mandi pasir, mengunyah rumput dan melompat ke atap kandang.
  • Pastikan Kucing berada di tempat nyaman saat malam hari.
  • Berikan ruang bagi dia untuk BERSEMBUNYI, karena persembunyian itu akan memberikan dia ketenangan. Ketenangan akan membantu kesembuhan ( ingat, kucing akan bersembunyi di tempat gelap saat dia sedang lemah ).

Pesan-pesan untuk Pecinta Kucing.

TuanMeong berharap, apapun yang terjadi pada kucing anda saat membaca artikel ini, semoga dia bisa pulih dan sembuh seperti sedia kala. Memang tidak ada tips istimewa, atau cara-cara ilmiah yang terlampau canggih dari apa yang kami tuliskan. Namun ternyata, ada kalanya keberhasilan itu datang dari cara-cara sederhanya yang melibatkan keyakinan, hati nurani, kasih sayang dan wawasan yang tepat.

Jangan kuatir, TuanMeong ( ayahnya Persi ), sudah pernah mengalami Opname 4 hari di Vet, sudah pernah menfhabiskan 1 juta sebulan buat beli RC Urinary S/O gara-gara anyang-anyangen + pipis darah, dll.

Jadi.....???

Jadi bukan masalah pamer biaya perawatan kucingnya, jangan negatif thinking dulu.... tapi pesan positif yang ingin kami sampaikan adalah...

Jika kita sudah memutuskan untuk memelihara hewan ( kucing, anjing, burung, ikan, ayam dll ), berarti kita harus siap bertanggung jawab akan kehidupannya. Jika kita tidak sanggup melakukan itu, biarkan mereka bebas hidup di habitat yang segar di luar sana. Atau, berikan pada orang lain yang lebih mampu merawat.

Sementara bagian dari tanggung jawab itu bukan hanya tentang; Seberapa besar kita mampu mengeluarkan uang untuk merawat peliharaan kita, seberapa "lebay" kita mengungkapkan perasaan kepada mereka di sosmed, atau seberapa mewah fasilitas yang kita berikan pada hewan-hewan itu.

Tapi,

Adakalanya mereka juga butuh perhatian dari kita. Perhatian yang berarti---kasih sayang yang benar. Kasih sayang yang merupakan sebuah kejujuran. Dan kasih sayang, tidak harus dengan memberikan baju kucing mahal, makanan mahal, sok digendong kesana-kemari, sok dipamer-pamerkan. Karena kasih sayang bisa juga diberikan dengan cara = cukup membelai bulunya dan mengajaknya bicara, "Bermainlah lebih lama bersamaku, karena kau adalah temanku. Jangan pergi dulu, setidaknya jangan sekarang!"


Terimakasih, semoga apa yang kami tulis membantu.
Selamat Idul Fitri buat Om dan Tante yang merayakan.
TuanMeong.com offical group DUNIA KUCING INDONESIA.



Support Group : Dunia Kucing Indonesia on Facebook
"Kirim Kisah Meong"
Klik di sini untuk mengirimkan kisah kamu dan kucingmu.
"Support Facebook Page"
Klik di sini untuk mengirimkan kisahmu via Facebook Page atau Join ke Support Group kami.
"Aturan Copy/Paste"
Klik di sini untuk membaca DMCA

WEBSITE DALAM PERBAIKAN, JIKA OM DAN TANTE MENEMUKAN GAMBAR YANG HILANG DARI SUATU ARTIKEL, MOHON TINGGALKAN KOMENTAR PEMBERITAHUAN PADA ARTIKEL TERSEBUT. TERIMAKASIH!


Komentar Facebook Dimatikan. Gunakan Komentar Blogger untuk meninggalkan jejak.

0 Response to "Tips Merawat Kucing Sakit Dalam Kondisi Darurat ( Muntah dan Diare )"

Posting Komentar

Welcome Cat Lovers, Please make us better with your comment...